GELAR TEKNOLOGI TEPAT GUNA NASIONAL XXI

Riswan

Riswan

Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 :

 GELIAT BUMDES BERSAMA TANJUNG REJO SAKTI KABUPATEN BENGKULU UTARA

 

Kabupaten Bengkulu Utara merupakan salah satu dari 75 kabupaten lainnya di Indonesia yang menerima program Pembangunan Kawasan Perdesaan di tahun 2018 ini. Program ini juga sesuai dengan arah kebijakan pembangunan jangka menengah nasional yang memfokuskan pada percepatan pengurangan kesenjangan pembangunan antar wilayah.

Kabupaten Bengkulu Utara merupakan salah satu daerah otonom dalam lingkup wilayah Provinsi Bengkulu yang memiliki luas wilayah daratan sebesar 4.424,6 km2 dan luas wilayah laut sebesar 2.088 km2. Secara administrasi, Kabupaten Bengkulu Utara terdiri dari 19 kecamatan dan 224 desa definitif. Akan tetapi, dari sejumlah desa tersebut, hanya beberapa desa yang akan dipilih untuk dijadikan kawasan perdesaan.

Penetapan kawasan perdesaan yang akan dilaksanakan telah sesuai dengan petunjuk teknis pembangunan kawasan perdesaan dimana kawasan perdesaan harus terdiri dari minimal dua desa dengan deliniasi yang berdekatan dan memiliki kesamaan karakteristik. maka kawasan perdesaan yang terpilih di Kabupaten Bengkulu Utara adalah Kawasan Perdesaan Agrominapolitan  Kecamatan Padang Jaya.

Seiring dengan berjalannya pelaksanaan kegiatan Program Pembangunan Kawasan Perdesaan (PKP), pada tahun 2018 tidak terlepas dari peran Kelembagaan Bumdes Bersama yang lebih dikenal dengan Bumdesma Tanjung Rejo Sakti, awalnya Bumdesma ini tidak berjalan sesuai visi pembentukan sehingga dilakukan evaluasi secara menyeluruh dengan dilakukanya penggantian kepengurusan inti. Dari proses Bumdesma Tanjung Rejo Sakti terpilihlah seorang yang bernama Arie Wibowo seorang pelaku pembangunan dan pemebrdayaan yang bertempat tinggal di Desa Marga Sakti, dengan pengalaman tersebut tahap demi tahap geliat kegiatan Bum Desa Bersama Tanjung Rejo Sakti berjalan sesuai dengan tahapanya. Suport juga diberikan oleh Pemerintahan Desa dengan Penyertaan Modal Awal sebesar 35 Juta perdesa, sehingga dana yang masuk Bumdesa Bersama sebesar 105.000.000.

Perjuangan Arie wibowo diawali dengan pendekatan secara kelembagaan Dengan pemerintahan Desa, kelembagaan BKAD didalam wilayah kawasan perdesaan yang dititik beratkan terhadap dukungan pemerintahan terhadap kelembagaan Bumdesa Bersama, Arie menjelaskan dengan penyertaan modal sebesar 105 juta sangatlah tidak memadai untuk menjalankan organisasi keuangan desa. Dengan keterbatasan yang dimiliki oleh kelembagaan Bumades yang dipimpinanya memaksakan Arie untuk melakukan infentarisir kelompok usaha yang ada di Desa Kawasan Perdesaan, yang nantinya kelompok usaha ini yang akan dirangkul / diajak untuk bergabung dengan Bumdesma dengan ketentuan yang telah disepakati secara bersama, dengan adanya kelompok usaha ini nantinya kedepan akan dijadikan unit-unit  usaha yang dikelola oleh Bumades sehingga Bumades dapat melakukan kegiatan-kegiatan pengembangan pengembangan ekonomi sehingga modal yang kecil tersebut dapat bertambah.

 

Usaha yang dilakukan oleh Arie tentunya tidak semudah yang diperkirakan, ada beberapa spekulan yang merasa dengan adanya Bumades akan menghentikan kegiatan yang sudah berjalan selama ini, dengan dukungan dari Kepala Desa Kawasan dengan surat penunjukan bersama Kepala Desa Kawasan kepada Bumades untuk melakukan inventarisir seluruh kelompok usaha yang ada serta mengajak untuk bekerja sama secara kelembagaan.

usaha ini tidak sia-sia terbukti sdh ada beberapa kelompok usaha masyarakat yang dapat di tarik kedalam kelembagaan Bumades sebagai mitra yang membidangi unit usaha yang ada.

Dalam menjalankan sebuah usaha, jatuh bangun adalah moto dari Bumades Tanjung Rejo Saktin keadaan ini memberikan pembelajaran bagi Arie Wibowo didalam menjalankan kelembagaan Bumades. Saat sekarang kelembagaan Bumades Tanjung Rejo Sakti sdh lengkap secara struktur organisasi dan siap didalam kegiatan pengembangan ekonomi di Desa. Pada tahun anggaran 2018 ini Bumades Tanjung Rejo Sakti mendapat bantuan penyertaan modal, kegiatan yang didanai ABPD Kabupaten berupa Bak penampung ikan untuk mensuport kegiatan Minapolitan, Bantuan Rumah Pajang senilai 350 jt, kegiatan embung desa senilai 500 jt.

Kegiatan penguatan kapasitas kelembagaan juga dilakukan oleh Arie Wibowo mengingat teman-teman di pengurusan Bumades masih diperlukan untuk ditingkatkan kapasitasnya.

Arie Wibowo yang menjabat sebagai Direktur Bumades juga memiliki gambaran besar dari adanya Bumades ini, kedepan dengan adanya Rumah Pajang akan menjadi sentra produksi unggulan kawasan perdesaan.

 

Setelah mengalami masa-masa kritis diatas, seiring dengan perkembangan waktu, dan masyarakat baik di desa maupun luar desapun sudah banyak yang mengetahui adanya kelembagaan Bumdes Bersama yang mempunyai peran yang sangat penting didalam pengembangan ekonomi desa. Rencana di Tahun Anggaran 2019 Desa binaan dari Bumades akan bertambah dengan telah diusulnya 3 desa yang kan bergabung di wilayah kawasan perdesaan, di Tahun 2019 ini Bumdes Bersama mendapat alokasi kegoatan dengan sumber dana APBN Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi sbb:

 

Kegiatan

Serapan Anggaran

Capaian Kegiatan

Progres Kegiatan Kawasan Perdesaan

Anggaran

Serapan Anggaran

Rp

Vol

1

Bantuan Sarana Air Bersih

470.000.000

 

1 Paket

Rumah Tangga Miskin

Persiapan    MC 0

2

Pembangunan Embung / Penampungan air

800.000.000

 

1 Paket

Peningkatan hasil produksi

Persiapan    MC 0

3

Bantuan Sarana Kegiatan Bumdesma

200.000.000

 

 1 Paket

Pengembangan kegiatan Prasarana Bumdesma

Pengajuan tahap 1

4

Kegiatan UBK (Usaha Berbasis Komonitas)

200.000.000

 

1 Paket

Meningkatnya aktivitas ekonomi dan kemudahan pemasaran produk hasil panen

Pengajuan tahap 1

5

Pengembangan Pasar Kawasan (Antar Desa)

  1. 000.000.000

40%

1 Paket

Peningkatan Ekonomi Kawasan Perdesaan

Penyelesaian Rangka Atap dan Pasangan Bata

6

Kegiatan RTM

  1. 000.000
  2. 000.000
 

Kelompok

Pengembangan Kegiatan Ekonomi kreatif berbasis kelompok

Penyelesaia LPD 1 permohonan caiar tahap 2

7

Pengembangan Perikanan Paska Panen

  1. 000.000

 

Klp

Peningkatan pendapatan kelompok perikanan

Persiapan    MC 0

 

Total

4.070.000.000

  1. 000.000

 

 

 

 

KESIMPULAN Kegigihan dalam bekerja merupakan awal dari keberhasilan, paling tidak inilah yang dirasakan oleh temen-temen Bumades Tanjung Rejo Sakti walaupun belum begitu sukses namun telah merasakan dan menikmati hasilnya, maka yang paling penting adalah memberikan pelayanan serta memlihara aset itu yang paling penting, hal ini tertuang dari motto Bumades Tanjung Rejo Sakti “ BERBUAT SALAH ITU LEBIH BAIK DARI PADA TIDAK BERBUAT SAMASEKALI”

 

 

 

 

 

 

 

 

\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\

Penulis          : Welly Al Husyaini,SH Pendamping Managemen Kabupaten Bengkulu Utara

 

 

 

 

 

UPACARA PERINGATAN HARI LAHIR PANCASILA TAHUN 2019

Upacara peringatan hari lahir Pancasila tahun ini di lingkungan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Bengkulu berrlangsung khidmat. Upacara diikuti oleh seluruh pejabat eselon 3 dan 4 dan semua ASN serta honorer.

 

Bertindak sebagai Pembina upacara Sekretaris Dinas PMD Provinsi Bengkulu Ardiles Nur, S.STP, M.Si. Dalam sambutan tertulis Kepala BPIP (Badan Pembina Ideologi Pancasila) yang dibacakan oleh Pembina Upacara disebutkan melalui upacara peringatan hari lahir Pancasila 1 Juni 2019 Pancasila perlu dijadikan sumber inspirasi “Politik Harapan” dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kita semua harus terus secara konsisten merealisasikan Pancasila sebagai Dasar Negara, Ideologi Negara, dan Pandangan dunia yang dapat membawa kemajuan dan kebahagiaan seluruh bangsa Indonesia. Kita bersatu membangun Bangsa merealisasikan tatanan kehidupan masyarakat yang rukun, damai, adil dalam kemakmuran dan makmur dalam keadilan. Kita Indonesia.  Kita Pancasila.

 

 

 

 

 

 

TRAINING OF TRAINER (ToT)

INTEGRASI PJM PROAKSI DAN RKM

KE DALAM DOKUMEN PERENCANAAN DAN PENGANGGARAN DESA

 

Dirjen Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia menyelenggarakan kegiatan Training of Trainer (ToT) Integrasi PJm dan RKM ke Dalam Dokumen Perencanaan dan Penganggaran Desa.  Kegiatan berlangsung di Hotel Sinar Sport jalan Letjend Suprapto Kota Bengkulu dari tanggal 4 sampai dengan 7 April 2019.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dsn Desa (PMD) Provinsi Bengkulu Bapak Ardiles Nur S.STP, M.Si. Dalam sambutannya Bapak Ardiles Nur menyampaikan bahwa pemenuhan kebutuhan masyarakat terhadap akses air minum yang bersih dan kesehatan lingkungan merupakan hak yang mendasar dan menjadi agenda pokok kebijakan pembangunan negara serta komitmen bersama ditingkat internasional. Agar tercapai universal akses pada tahun 2019 dibutuhkan harmonisasi dalam kebijakan dan sinergitas dalam berkoordinasi agar efektfitas pelaksanaan program dan kegiatan dapat tercapai.

Selanjutnya beliau neyebutkan dalam Undang-Undang No 6 Tahun 2014 tentang Desa meyebutkan secara eksplisit bahwa peningkatan kualitas dan akses terhadap pelayanan dasar menjadiprioritas pembangunan di desa. Hal ini sesuai dengan kewenangan desa sebagai wujud penyelenggaraan Pembangunanan Desa. Pada Peraturan Pemerintah No 43 Tahun 2014 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undang_undang No 6 Tahun 2014 Tentang Desa menekankan bahwa pengelolaan air minum berskala desa, pengelolaan lingkungan permukiman masyarakat Desa dan pembinaan kesehatan masyarakat serta pengelolaan pos pelayanan terpadu merupakan kewenangan desa yaitu kewenangan lokal berskala desa.

Kegiatan ini bertujuan memberikan kesamaan pemahaman mengenai proses integgrasi PJM / RKM Pro Aksi ke dalam dokumen perencanaan dan penanggaran desa dan membentuk Tim Pelatih Tingkat kabupaten untuk program Pamsimas dalam memfasilitasi kegiatan aparaur Kecamatan dan Desa dalam integrasi PJM / RKM Pro Aksi ke dalam Dokumen Perencanaan dan Penganggaran Desa.

  Peserta pelatihan berasl dari 9 kabupaten bejumlah 54 orang masing masing 1 orang dari setiap instansi. Bappeda Kabupaten, Dinas PU PR Kabupaten, Dinas Kesehatan Kabupatan, Dinas PMD Kabupaten dan Pendaming Desa serta Fasilitator Pamsimas di Kabupaten. Semua peserta hadir sejak pembukaan gingga penutupan kegiatan.

Narasumber dan pelatih berasal dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal, Kementerian Dalam Negeri dan para pelatih yang telah mengikti MOT Integrasi PJM dan Rkm Kegiatan Pro Aksi ke dalam dokumen Perencanaan dan Penganggaran Desa di Bogor pada bulan Nopember Tahun 2018 yang lalu.

Kegiatan pelatihan ini berjalan secara efektif. Komunikasi antara pelatih dan peserta bahkan pelatih dengan panita berlangsung sangat intens. Terjadi pola pelatihan partisipatif seperti yang diharapkan.

 

PENYULUHAN PENGELOLAAN KEUANGAN DESA

 DAN EKONOMI KREATIF

UNTUK PERANGKAT DESA DAN BUMDES PROVINSI BENGKULU.

 

 

Badan Musyawarah Masyarakat Provinsi Bengkulu (BMMPB) Jabodetabek bekerja sama  dengan Pemerintah Daerah Provinsi Bengkulu dan Universitas Yarsi Jakarta menyelenggarakan Bakti Sosial Penyuluhan dengan tema Pengelolaan Keuangan Desa Dan Ekonomi Kreatif Untuk Perangkat Desa Dan BUMDes Provinsi Bengkulu.  BMMPB adalah masyarakat perantauan dari Provinsi Bengkulu yang berada di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi  (JABODETABEK).

Saat dikonfirmasi kepada salah seorang pengurus BMMPB Ibu Ely Desna Taher yang juga menjabat sebagai Sekjend PWK (Persatuan Warga Kaur) Jabodetabek terkait tujuan diselenggarakannya kegiatan ini mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk ikut serta berkontribusi membangun Provinsi Bengkulu sekaligus sebagai bentuk kepedulian terhadap kampung halaman.

Kegiatan ini juga dilaksanakan bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Provinsi Bengkulu yang ke 50. Adapun kegiatan lainnya yakni bakti sosial operasi katarak di Rumah Sakit Muhammad Yunus (RSMY) Provinsi Bengkulu, Sunatan Masal di Rumah Sakit Umum Daerah Manna Bengkulu Selatan, Penyuluhan Narkoba HIV dan TBC.

Kegiatan yang diselenggarakan selama satu hari  ( 13 Oktober 2018) dengan para peserta terdiri dari Kepala Desa dan Direktu BUMdes di empat Kabupaten, Kabupaten,  Seluma, Kabupaten Bengkulu Tengah, Kabupaten Kepahiang dan Kabupaten Bengkulu Utara bertempat di Gedung Serba Guna Pemda Provinsi Bengkulu dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa  (DPMD) Provinsi Bengkulu Bapak Drs. H. Ali Sadikin, M.Si.

Ada tiga orang narasumber yang dihadirkan pada kegiatan ini yakni Dr deliana, SE, M.Si dengan materi Pengelolaan Dana Desa, Dr.  Suhirman, SE, M.Si dengan materi Aspek Pajak Dalam Pengelolaan Dana Desa, dan Tatiek Kancanawati dengan materi Menggali Potensi Desa Dengan Ekonomi Kreatif sekaligud sebagai Founder Desa Wisata Bisnis Tegalwaru Bogor Jawa Barat.

 

 

 

                                         

 

 

 

 

 

               

                               

 

 

               

POSYANTEK MEMBANGUN DESA

 

  Dalam rangka mendukung program pembangunan nasional (Nawacita ke tiga)  membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka Negara Kesatuan  Republik Indonesia dan salah satu program prioritas Pembangunan Daerah Provinsi Bengkulu yaitu Pengentasan Kemiskinan Dan Peretasan Ketertinggalan maka Dinas PMD Progvinsi Bengkulu dibawah pimpinan Bapak Drs Ali Sadikin, M.Si  melalui Bidang Fasilitasi Pembangunan Kawasan  menyelengarakan kegiatan Fasilitasi Pembinaan POSYANTEK.

Pos Pelayanan Teknologi (POSYANTEK) adalah suatu wadah atau organisasi yang didirikan dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat diwilayah kecamatan melalui pemanfaatan Teknologi Tepat Guna (TTG). Dalam implementasinya POSYANTEK memiliki berbagai kegiatan antara lain terkait pemberian pelayanan teknis,  informasi dan promosi tentang berbagai jenis TTG kepada masyarakat.

Kegiatan ini diselenggarakan di Hotel Vista Jalan MT Haryono Kota Bengkulu dari tanggal 19  s.d  20 April  2018. Tema yang diangkat “Membangun Bengkulu dari Pinggiran dengan Mengembangkan Teknologi Tepat Guna.” Para peserta yang hadir berasal dari pengurus  POSYANTEK yang ada di Kabupaten Bengkulu Tengah  dari unsur  ketua, sekretaris dan anggota. Selain dari  pengurus  POSYANTEK peserta juga berasal dari Staf Dinas PMD Kabupaten Bengkulu Tengah dan Staf  Dinas PMD Provinsi Bengkulu.

Acara pembukaan Kegiatan Fasilitasi Pembinaan POSYANTEK dihadiri oleh sejumlah pejabat dilingkup Dinas PMD Provinsi Bengkulu dan Dinas PMD Kabuaten Bengkulu Tengah. Acara ini dibuka secara resmi oleh  Sekretaris Dinas PMD Kabupaten Bengkulu Tengah Bapak Drs. Ansoni.  Dalam sambutannya beliau menyampaikan betapa sangat penting melakukan inovasi dalam penggunaan Teknologi Tepat Guna dalam melakukan pembangunan  khususnya di desa. Teknologi tidak hanya identik dengan mesin tetapi bisa  juga diartikan dengan metode-metode baru yang dapat menghasilkan sesuatu yang dapat meringankan dan mempermudah suatu pekerjaan.

Selanjutnya beliau menyampaikan sangat perlu dilakukan identifikasi sumber daya alam lokal khususnya di desa-desa dalam wilayah Kabupaten Bengkulu Tengah dan melakukan inovasi dalam pengembangannya guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kepala Bidang Fasilitasi Pembangunan Kawasan Eva Juniarty, SE, M.Si saat dikonfirmasi menyampaikan tujuan diselenggarakannya kegiatan  ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada peserta tentang pembentukan POSYANTEK sehingga diharapkan terciptanya Produk Unggulan Desa dan produk unggulan Kawasan. Selain itu juga dengan meningkatnya penggunaan Teknologi Tepat Guna di desa dapat mendorong kesejahteraan masyarakat desa.

Dengan terselenggaranya kegiatan  ini diharapkan POSYANTEK bener-benar menjadi wadah  bagi masyarakat untuk turut serta mensejahterakan dan memandirikan dirinya untuk mencapai cita-cita pembangunan daerah dan nasional.

 

Penulis : Riswan, S.Sos

ASN Bidang Bina Pembangunan Kawasan Dinas PMD Provinsi Bengkulu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Wonderfull Bengkulu

DPMD BENGKULU

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Bengkulu
Jl. Cendana No.18 Bengkulu Tel.0736-21383
website: www.dpmd.bengkuluprov.go.id
e-Mail : dpmd.bengkuluprov@gmail.com

Kunjungan.

We use cookies to improve our website. Cookies used for the essential operation of this site have already been set. For more information visit our Cookie policy. I accept cookies from this site. Agree