Kantor Desa Digital Karang Jaya Kabupaten Rejang Lebong menghadirkan Portal Anjungan Mandiri (PAM). Hal ini merupakan bentuk perwujudan desa digital.

Desa digital sendiri merupakan konsep program yang menerapkan sistem pelayanan pemerintahan, pelayanan masyarakat, dan pemberdayaan masyarakat berbasis pemanfaatan teknologi informasi yang bertujuan untuk mengembangkan potensi desa, pemasaran dan percepatan akses serta pelayanan publik.

"Desa Digital Karang Jaya Kecamatan Selupu Rejang merupakan perwujudan program pemerintah yang merupakan platform untuk pengembangan ekonomi desa melalui digitalisasi masyarakat dan sebagai bentuk perwujudan impian Desa Karang Jaya," terang Kepala Desa Karang Jaya M. Rafiuddin, S.Ag., 13/12/2021.

Desa Karang Jaya, jelas Rafiuddin, memiliki visi terwujudnya masyarakat desa yang RAHMAT (Religius, Adil, Harmonis, Mandiri, Aman dan Tertib). Sedangkan misinya lanjutnya adalah bersinergi dalam meningkatkan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kreatif dan inovatif melalui pengembangan kecakapan atau keterampilan masyarakat menuju kemajuan, kemandirian dan kesejahteraan.

"Atas dasar tersebut inovasi desa yang dilakukan seiring dengan pengembangan teknologi adalah menyediakan mesin PAM atau Portal Anjungan Mandiri untuk memberi pelayanan administrasi yang sangat bermanfaat bagi masyarakatnya," kata Kepala Desa Karang Jaya Rejang Lebong.

"Dengan adanya PAM ini masyarakat bisa membuat dan melakukan pelayanan online seluruh surat yang berkaitan dengan kependudukan, pernikahan, pertanahan, surat umum seperti keterangan domisili, keterangan usaha, keterangan miskin dan lain sebagainya," sambungnya.

Sementara menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Bengkulu, R.A. Denni bahwa konsep desa digital merupakan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi yang terintegrasi dalam pelayanan publik dan perekonomian meski diawali konsep semi digital namun Desa Karang Jaya optimis bisa mewujudkan layanan desa digital seutuhnya.

"Desa digital bertujuan untuk mengembangkan potensi desa, dengan adanya website dan akun media sosial dapat melakukan promosi kepada masyarakat secara luas serta berbagi berita secara e-commerce dan aplikasi yang sesuai dengan karakter dan potensi ekonomi desa," tegas Denni.

Gambaran desa digital secara sederhana adalah menampilkan semua bentuk administrasi dan dokumen-dokumen manual yang ditampilkan dalam bentuk elektronik. Saat ini dapat mengakses website Desa Karang Jaya melalui laman https://profil.digitaldesa.id/karangjaya-rejanglebongkab.

Pos pelayanan Teknologi Tepat Guna atau disebut Posyantek adalah lembaga kemasyarakatan di kecamatan yang memberikan teknis, informasi dan orientasi berbagai jenis Teknologi Tepat Guna.

Dalam peraturan menteri desa no 23 tahun 2017 Teknologi Tepat Guna adalah teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dapat menjawab permasalahan masyarakat, tidak merusak lingkungan, dapat dimanfaatkan dan dipelihara oleh masyarakat secara mudah, serta menghasilkan nilai tambah dari aspek ekonomi dan aspek lingkungan.

Posyantek hadir secara resmi pada tahun 1998, dulu namanya posyantekdes, karena untuk efisiensi, efektivitas dan sinergitas pembinaan, maka di tingkat kecamatan dibentuk lembaga kemasyarakatan yang disebut Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna (Posyantek) yang bertugas memberikan pelayanan teknis, informasi, promosi dan orientasi TTG kepada masyarakat.

Tugas Posyantek sebagai berikut :

  1. Memberikan Pelayanan Teknis, informasi, dan promosi jenis/spesifikasi TTG.
  2. Memfasilitasi pemetaan TTG di Masyarakat.
  3. Menjembatani masyarakat sebagai pengguna TTG dengan sumber TTG.
  4. Memotivasi penerapan TTG di Masyarakat.
  5. Memberikan layanan konsultasi, dan pendampingan kepada masyarakat dalam penerapan TTG.
  6. Memfasilitasi penerapan TTG.

Pada tahun 2019 Provinsi Bengkulu menjadi tuan rumah Pelaksanaan Gelar Teknologi Tepat Guna Nasional ke-XXI. Ratusan peserta Gelar Teknologi Tepat Guna Nasional Ke-XXI Provinsi Bengkulu dari seluruh Indonesia melakukan widya wisata ke Perkebunan Teh Kabawetan Kepahiang.

Dalam hal ini, peserta juga dapat belajar dari masyarakat Kepahiang tentang pemberdayaan masyarakat desa melalui Pos Pelayanan Teknologi (Posyantek). Dengan sentuhan teknologi dari Posyantek, akan mempermudah peserta dalam pengolahan sumber daya alam yang disesuaikan dengan kearifan lokal.

Tak lupa pula para peserta dapat menikmati pemandangan kebun teh Kabawetan sembari menikmati sajian kopi khas Kepahiang yang terdapat di Booth Kampoeng Kopi. Selain itu, peserta bisa mencicipi kopi khas Kepahiang yang terkenal dengan panorama kebun teh kabawetan dan oleh-oleh khas Kepahiang yang ada distand-stand pameran di area Mountain Valley festival.

Selanjutnya acara dilanjutkan dengan sesi penyerahan secara simbolis cinderamata dari kabupaten Kepahiang kepada peserta TTG. Peserta TTG juga dipersilahkan meninjau stand-stand pameran diarea MVF dan melihat Posyantek milik pak Eko di desa Sidorejo kabawetan Kepahiang.

Komitmen Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah mengakselerasi terwujudnya program Desa Digital Desa Wisata (DEDI DEWI) terus digencarkan.

Program ini merupakan platfrom untuk pengembangan ekonomi desa melalui digitalisasi. Desa digital adalah aktivitas yang dilakukan pemerintahan desa dalam pelayanan kepada masyarakat untuk pengembangan potensi-potensi yang mengunakan dan memanfaatkan teknologi informasi.

Adanya Program Inovasi Desa sebagai salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui peningkatan kapasitas desa dalam mengembangkan rencana dan pelaksanaan pembangunan desa.

Menurut Kepala Dinas PMD Kabupaten Bengkulu Tengah Tomi Marisi, desa berinovasi adalah desa yang melakukan berbagai terobosan-terobosan, dan kreativitas yang akan mensejahterahkan masyarakat, meningkatkan pelayanan masyarakat sehingga pelaksanaan pemerintahan dan pelayanan bisa berjalan dengan baik.

"Potensi yang ada di Kabupaten Bengkulu Tengah boleh kita katakan lengkap karena memiliki wilayah Pantai, Pegunungan, Pertanian, Perkebunan, dan Pertambangan yang bisa dikembangkan dan satu hal bahwa sahnya lokasi Kabupaten Bengkulu Tengah ini sangat strategis karena paling dekat dengan Ibukota Provinsi," terang Tomi.

Lanjut Tomi, desa digital di Kabupaten Bengkulu Tengah bisa dipresentasekan lebih dari 80% yang sudah melaksanakan kegiatan digitalisasi desa.

 

Kepala Desa Abusakim Kabupaten Bengkulu Tengah Mulyantoni pada acara Selamat Pagi Bengkulu - RB TV Bengkulu, Selasa/21 Juni 2022, menegaskan, pihaknya sangat mendukung program digitalisasi desa, salah satunya internet desa tanpa kabel optik untuk mengakses jaringan ke masyarakat.

 

"Dengan akses internet yang lancar kami bisa memasarkan wisata yang ada di desa Abusakim baik lewat website ataupun media sosial," terangnya.

 

"Hal ini kami manfaatkan dengan baik dalam membuat terobosan inovasi desa, salah satunya dengan berkolaborasi dengan invistor dari luar membuka wisata buatan seperti tempat pemandian dengan harapan wisatawan dari luar daerah bisa berkunjung ke desa Abusakim," sambung Mulyantoni.

 

Senada juga disampaikan Sekretaris Desa Penembang Kabupaten Bengkulu Tengah Suandi, bahwa pihaknya sangat antusias dan akan melaksanakan arahan Gubernur Bengkulu untuk mempercepat pelaksanaan desa digital.

 

"Ada banyak potensi wisata yang ada di desa Penembang seperti air terjun, bunga Rafflesia Arnoldi dan desa penghasil durian. Terdapat 12 air terjun yang ada di desa Penembang dan yang sudah terekspos sekitar 8 air terjun," jelas Suandi.

 

"Sama halnya seperti yang disampaikan Kades Abusakim sebelumnya dengan akses internet yang lancar kami bisa memasarkan wisata yang ada di desa Penembang ke masyarakat secara luas," pungkasnya.

Pembangunan berupaya meningkatkan pendapatan bagi penduduk miskin desa, menjamin akses warga desa terhadap pelayanan dasar, serta melindungi seluruh warga desa dari segala bentuk bencana. Untuk mencapai tujuan peningkatan pendapatan bagi penduduk miskin desa, maka target utama dari tujuan ini adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) desa. Pendidikan merupakan bentuk investasi yang menentukan masa depan bangsa. Pendidikan menjadi syarat peningkatan kualitas dan daya saing sumber daya manusia (SDM) desa.

Oleh karena itu, pemerintah desa bersama-sama dengan supra desa harus memastikan ketersediaan dan keterjangkauan layanan pendidikan yang berkualitas bagi warga desa, serta akses yang mudah bagi warga desa terhadap layanan pendidikan.

Dari tahun 2015 sampai dengan tahun 2019, angka melek huruf wilayah perdesaan lebih rendah dibandingkan dengan angka melek huruf wilayah perkotaan (BPS, 2019). Pada tahun 2019, angka melek wilayah perdesaan sebesar 93,56 persen, sedangkan angka melek huruf wilayah perkotaan mencapai 97.71 persen. Oleh karena itu, pencapaian SDGs Desa Keempat ini sangat penting dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

 

Tabel. Angka Melek Huruf Berdasarkan Wilayah, Tahun 2015-2019

Klasifikasi wilayah

2015

2016

2017

2018

2019

Perkotaan

97,43

97,53

97,57

97,56

97,71

Perdesaan

92,91

93,03

93.11

93,30

93,56

Perkotaan Perdesaan

95,22

95,38

95,50

95,66

95,90

Sumber: bps.go.id

 

Selain itu, rata-rata lama sekolah di Indonesia masih sangat rendah. Pada tahun 2018 rata-rata lama sekolah penduduk Indonesia baru 8,17 tahun, kemudian mengalami sedikit peningkatan pada tahun 2019 menjadi 8,34 tahun. Artinya, rata-rata penduduk Indonesia tidak dapat menamatkan pendidikan menengah pertama, atau putus sekolah pada tahun terakhir pendidikan menengah pertama.

Oleh karena itu, untuk mencapai tujuan SDGS Desa Pendidikan Desa Berkualitas, maka yang harus dilakukan oleh pemerintah desa dengan dukungan dari supra desa adalah: akses warga desa terhadap layanan pendidikan terakreditasi; akses warga desa terhadap lembaga pendidikan pesantren; serta memastikan tersedianya layanan pendidikan yang berkualitas dan terjangkau untuk warga desa.

Selain itu, tujuan ini berfokus pada tersedianya layanan pendidikan keterampilan bagi warga desa, layanan pendidikan pra sekolah, pendidikan non formal, serta ketersediaan taman bacaan atau perpustakaan desa.

 

Diambil dari buku SDGs DESA

Karangan Abdul Halim Iskandar, Menteri Desa Pembanginan Daerah Tertinggal dan Tranamigraai.

SDGs DESA Percepatan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

 

 

SDGs 03-Desa Sehat & Sejahtera

Tujuan ini dimaksudkan untuk menjamin kehidupan warga desa yang sehat demi terwujudnya kesejahteraan. Tujuan ini menyaratkan tersedianya akses yang mudah terhadap layanan kesehatan bagi warga desa.

Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan, bahwa proporsi pengetahuan rumah tangga terhadap kemudahan akses ke rumah sakit, dilihat dari

Untuk itulah, dalam rangka mencapai tujuan SDGS Desa tersebut, pemerintah desa dan supra desa harus menjamin tersedianya: akses warga desa terhadap layanan kesehatan; terjangkaunya jaminan kesehatan bagi warga desa; menurunnya angka kematian ibu (AKI); angka kematian bayi (AKB); peningkatan pemberian imunisasi lengkap pada bayi; prevalensi pemakaian kontrasepsi; pengendalian penyakit HIV/AIDS, TBC, obesitas, malaria, kusta, filariasis (kaki gajah); pengendalian penyalahgunaan narkoba, serta menurunnya angka kelahiran pada usia remaja.

 

 

 

 

Diambil dari buku SDGs DESA

Karangan Abdul Halim Iskandar, Menteri Desa Pembanginan Daerah Tertinggal dan Tranamigraai.

SDGs DESA Percepatan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

Pada tahun 2030, tujuan ini menargetkan tidak ada kelaparan di desa, juga desa mencapai kedaulatan pangan, memperbaiki nutrisi dan mempromosikan pertanian yang berkelanjutan. Tujuan ini sejalan dengan prioritas pembangunan Indonesia yang termaktub dalam prioritas ketahanan pangan dan penciptaan lapangan kerja.

Kelaparan seringkali didefinisikan sebagai kondisi kekurangan asupan kalori pada seseorang (GHI, 2019), kekurangan jumlah makanan untuk memenuhi kebutuhan tubuh dapat beraktivitas dan hidup sehat (Fan dan Polman, 2014). Menurut FAO (2008), kelaparan biasanya dipahami sebagai penyakit yang disebabkan oleh kekurangan energi dari makanan yang dikonsumsi tidak mencukupi.

Global Hunger Index (2019) menunjukkan tingkat kelaparan dan kekurangan gizi di dunia terus mengalami penurunan sejak tahun 2000. Penurunan tingkat kelaparan ini berkaitan dengan turunnya angka kemiskinan dunia dari 28,6 persen pada tahun 1999 menjadi 9.9 persen. Dari riset tersebut diketahui bahwa, indeks kelaparan di Indonesia masuk dalam kategori serius dengan

skor sebesar 20,1. Dari 117 negara, Indonesia menempati peringkat 70.

Secara nasional rata-rata konsumsi kalori perkapita perhari penduduk Indonesia pada Maret 2019 sebesar 2.120,52 Kkal. Ini sudah berada di atas standar kecukupan. Konsumsi protein sebesar 62,13 gram perkapita perhari, juga sudah berada di atas standar kecukupan konsumsi protein.

Apabila dilihat menurut klasifikasi daerah tempat tinggal, rata-rata konsumsi kalori perkapita sehari penduduk di daerah perkotaan sudah berada di atas standar kecukupan konsumsi kalori perkapita sehari, yaitu sebesar 2.119,77 Kkal, sedangkan di perdesaan angkanya juga sudah melampaui standar kecukupan konsumsi kalori perkapita sehari, yaitu 2.121,47 Kkal. Baik di daerah perkotaan maupun di perdesaan, konsumsi protein perkapita perhari sudah berada di atas standar kecukupan konsumsi protein. Konsumsi protein perkapita sehari penduduk di daerah perkotaan lebih tinggi dibandingkan di daerah perdesaan, yaitu 64,42 gram di daerah perkotaan berbanding 59,23 gram di daerah perdesaan.

Agenda kedua SDGs Desa adalah mengakhiri segala jenis kelaparan di desa pada tahun 2030 serta mengupayakan terciptanya ketahanan pangan, untuk menjamin setiap orang memiliki ketahanan pangan yang baik menuju kehidupan yang sehat. Pencapaian tujuan ini membutuhkan perbaikan akses terhadap pangan dan peningkatan produksi pertanian secara berkelanjutan, yang mencakup peningkatan produktivitas dan pendapatan petani. pengembangan teknologi dan akses pasar, sistem produksi pangan yang berkelanjutan, serta nilai tambah produksi pertanian.

 

Diambil dri buku SDGs DESA

Karangan Abdul Halim Iskandar, Menteri Desa Pembanginan Daerah Tertinggal dan Tranamigraai.

SDGs DESA Percepatan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

Page 1 of 5

DPMD BENGKULU

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Bengkulu
Jl. Cendana No.18 Bengkulu Tel.0736-21383
website: www.dpmd.bengkuluprov.go.id
e-Mail : dpmd.bengkuluprov@gmail.com

POWr Hit Counter

We use cookies to improve our website. Cookies used for the essential operation of this site have already been set. For more information visit our Cookie policy. I accept cookies from this site. Agree