GELAR TEKNOLOGI TEPAT GUNA NASIONAL XXI

GELIAT BUMDES BERSAMA TANJUNG REJO SAKTI KABUPATEN BENGKULU UTARA

25 July 2019

 :

 GELIAT BUMDES BERSAMA TANJUNG REJO SAKTI KABUPATEN BENGKULU UTARA

 

Kabupaten Bengkulu Utara merupakan salah satu dari 75 kabupaten lainnya di Indonesia yang menerima program Pembangunan Kawasan Perdesaan di tahun 2018 ini. Program ini juga sesuai dengan arah kebijakan pembangunan jangka menengah nasional yang memfokuskan pada percepatan pengurangan kesenjangan pembangunan antar wilayah.

Kabupaten Bengkulu Utara merupakan salah satu daerah otonom dalam lingkup wilayah Provinsi Bengkulu yang memiliki luas wilayah daratan sebesar 4.424,6 km2 dan luas wilayah laut sebesar 2.088 km2. Secara administrasi, Kabupaten Bengkulu Utara terdiri dari 19 kecamatan dan 224 desa definitif. Akan tetapi, dari sejumlah desa tersebut, hanya beberapa desa yang akan dipilih untuk dijadikan kawasan perdesaan.

Penetapan kawasan perdesaan yang akan dilaksanakan telah sesuai dengan petunjuk teknis pembangunan kawasan perdesaan dimana kawasan perdesaan harus terdiri dari minimal dua desa dengan deliniasi yang berdekatan dan memiliki kesamaan karakteristik. maka kawasan perdesaan yang terpilih di Kabupaten Bengkulu Utara adalah Kawasan Perdesaan Agrominapolitan  Kecamatan Padang Jaya.

Seiring dengan berjalannya pelaksanaan kegiatan Program Pembangunan Kawasan Perdesaan (PKP), pada tahun 2018 tidak terlepas dari peran Kelembagaan Bumdes Bersama yang lebih dikenal dengan Bumdesma Tanjung Rejo Sakti, awalnya Bumdesma ini tidak berjalan sesuai visi pembentukan sehingga dilakukan evaluasi secara menyeluruh dengan dilakukanya penggantian kepengurusan inti. Dari proses Bumdesma Tanjung Rejo Sakti terpilihlah seorang yang bernama Arie Wibowo seorang pelaku pembangunan dan pemebrdayaan yang bertempat tinggal di Desa Marga Sakti, dengan pengalaman tersebut tahap demi tahap geliat kegiatan Bum Desa Bersama Tanjung Rejo Sakti berjalan sesuai dengan tahapanya. Suport juga diberikan oleh Pemerintahan Desa dengan Penyertaan Modal Awal sebesar 35 Juta perdesa, sehingga dana yang masuk Bumdesa Bersama sebesar 105.000.000.

Perjuangan Arie wibowo diawali dengan pendekatan secara kelembagaan Dengan pemerintahan Desa, kelembagaan BKAD didalam wilayah kawasan perdesaan yang dititik beratkan terhadap dukungan pemerintahan terhadap kelembagaan Bumdesa Bersama, Arie menjelaskan dengan penyertaan modal sebesar 105 juta sangatlah tidak memadai untuk menjalankan organisasi keuangan desa. Dengan keterbatasan yang dimiliki oleh kelembagaan Bumades yang dipimpinanya memaksakan Arie untuk melakukan infentarisir kelompok usaha yang ada di Desa Kawasan Perdesaan, yang nantinya kelompok usaha ini yang akan dirangkul / diajak untuk bergabung dengan Bumdesma dengan ketentuan yang telah disepakati secara bersama, dengan adanya kelompok usaha ini nantinya kedepan akan dijadikan unit-unit  usaha yang dikelola oleh Bumades sehingga Bumades dapat melakukan kegiatan-kegiatan pengembangan pengembangan ekonomi sehingga modal yang kecil tersebut dapat bertambah.

 

Usaha yang dilakukan oleh Arie tentunya tidak semudah yang diperkirakan, ada beberapa spekulan yang merasa dengan adanya Bumades akan menghentikan kegiatan yang sudah berjalan selama ini, dengan dukungan dari Kepala Desa Kawasan dengan surat penunjukan bersama Kepala Desa Kawasan kepada Bumades untuk melakukan inventarisir seluruh kelompok usaha yang ada serta mengajak untuk bekerja sama secara kelembagaan.

usaha ini tidak sia-sia terbukti sdh ada beberapa kelompok usaha masyarakat yang dapat di tarik kedalam kelembagaan Bumades sebagai mitra yang membidangi unit usaha yang ada.

Dalam menjalankan sebuah usaha, jatuh bangun adalah moto dari Bumades Tanjung Rejo Saktin keadaan ini memberikan pembelajaran bagi Arie Wibowo didalam menjalankan kelembagaan Bumades. Saat sekarang kelembagaan Bumades Tanjung Rejo Sakti sdh lengkap secara struktur organisasi dan siap didalam kegiatan pengembangan ekonomi di Desa. Pada tahun anggaran 2018 ini Bumades Tanjung Rejo Sakti mendapat bantuan penyertaan modal, kegiatan yang didanai ABPD Kabupaten berupa Bak penampung ikan untuk mensuport kegiatan Minapolitan, Bantuan Rumah Pajang senilai 350 jt, kegiatan embung desa senilai 500 jt.

Kegiatan penguatan kapasitas kelembagaan juga dilakukan oleh Arie Wibowo mengingat teman-teman di pengurusan Bumades masih diperlukan untuk ditingkatkan kapasitasnya.

Arie Wibowo yang menjabat sebagai Direktur Bumades juga memiliki gambaran besar dari adanya Bumades ini, kedepan dengan adanya Rumah Pajang akan menjadi sentra produksi unggulan kawasan perdesaan.

 

Setelah mengalami masa-masa kritis diatas, seiring dengan perkembangan waktu, dan masyarakat baik di desa maupun luar desapun sudah banyak yang mengetahui adanya kelembagaan Bumdes Bersama yang mempunyai peran yang sangat penting didalam pengembangan ekonomi desa. Rencana di Tahun Anggaran 2019 Desa binaan dari Bumades akan bertambah dengan telah diusulnya 3 desa yang kan bergabung di wilayah kawasan perdesaan, di Tahun 2019 ini Bumdes Bersama mendapat alokasi kegoatan dengan sumber dana APBN Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi sbb:

 

Kegiatan

Serapan Anggaran

Capaian Kegiatan

Progres Kegiatan Kawasan Perdesaan

Anggaran

Serapan Anggaran

Rp

Vol

1

Bantuan Sarana Air Bersih

470.000.000

 

1 Paket

Rumah Tangga Miskin

Persiapan    MC 0

2

Pembangunan Embung / Penampungan air

800.000.000

 

1 Paket

Peningkatan hasil produksi

Persiapan    MC 0

3

Bantuan Sarana Kegiatan Bumdesma

200.000.000

 

 1 Paket

Pengembangan kegiatan Prasarana Bumdesma

Pengajuan tahap 1

4

Kegiatan UBK (Usaha Berbasis Komonitas)

200.000.000

 

1 Paket

Meningkatnya aktivitas ekonomi dan kemudahan pemasaran produk hasil panen

Pengajuan tahap 1

5

Pengembangan Pasar Kawasan (Antar Desa)

  1. 000.000.000

40%

1 Paket

Peningkatan Ekonomi Kawasan Perdesaan

Penyelesaian Rangka Atap dan Pasangan Bata

6

Kegiatan RTM

  1. 000.000
  2. 000.000
 

Kelompok

Pengembangan Kegiatan Ekonomi kreatif berbasis kelompok

Penyelesaia LPD 1 permohonan caiar tahap 2

7

Pengembangan Perikanan Paska Panen

  1. 000.000

 

Klp

Peningkatan pendapatan kelompok perikanan

Persiapan    MC 0

 

Total

4.070.000.000

  1. 000.000

 

 

 

 

KESIMPULAN Kegigihan dalam bekerja merupakan awal dari keberhasilan, paling tidak inilah yang dirasakan oleh temen-temen Bumades Tanjung Rejo Sakti walaupun belum begitu sukses namun telah merasakan dan menikmati hasilnya, maka yang paling penting adalah memberikan pelayanan serta memlihara aset itu yang paling penting, hal ini tertuang dari motto Bumades Tanjung Rejo Sakti “ BERBUAT SALAH ITU LEBIH BAIK DARI PADA TIDAK BERBUAT SAMASEKALI”

 

 

 

 

 

 

 

 

\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\

Penulis          : Welly Al Husyaini,SH Pendamping Managemen Kabupaten Bengkulu Utara

 

 

 

 

 

  • Social network:

Wonderfull Bengkulu

DPMD BENGKULU

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Bengkulu
Jl. Cendana No.18 Bengkulu Tel.0736-21383
website: www.dpmd.bengkuluprov.go.id
e-Mail : dpmd.bengkuluprov@gmail.com

Kunjungan.

We use cookies to improve our website. Cookies used for the essential operation of this site have already been set. For more information visit our Cookie policy. I accept cookies from this site. Agree